Pages

Minggu, 14 Oktober 2012

SOSIOLOGI PENDIDIKAN

-->
                                                                       BAB I
 SOSIOLOGI PENDIDIKAN

A. MENGENAI SOSIOLOGI
Sosiologi berasal dari bahasa latin 'socius' yang artinya kawan dan 'logos' yang berarti kata atau bicara. Secara awam sosiologi dapat diterjemahkan sebagai : berbicara mengenai masyarakat.
Untuk menambah pemahaman, tidak ada salahnya kita coba telaah definisi sosiologi menurut beberapa pakar, seperti :
P. Sorokin, sosiologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari : hubungan dan pengaruh timbal-balik dari aneka gejala-gejala sosial, gejala sosial dengan gejala non-sosial dan mempelajari ciri-ciri umum jenis-jenis gejala sosial.
Roucek and Warren, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Selanjutnya struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah (norma) sosial, lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik pelbagai segi kehidupan bersama, misal pengaruh timbal balik antara segi kehidupan ekonomi dan segi kehidupan politik.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni (pure science)  dan bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum, prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi antarmanusia juga perihal hakikat, bentuk, isi dan struktur dari masyarakat manusia.
Obyek dari sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat. Masyarakat menurut Mac Iver dan Page ialah suatu sistem  dari kebiasaan dan tata-cara, dari wewenang dan kerjasama antara berbagai kelompok dan penggolongan, dari pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan manusia. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial, dan masyarakat selalu berubah. Selo Soemardjan  menyatakan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.
Walaupun definisi dari para pakar berbeda, namun unsur-unsur dalam obyek masyarakat :
Manusia yang hidup bersama, dalam waktu yang cukup lama, oleh karenanya muncul manusia-manusia baru, manusia itu dapat bercakap-cakap, merasa dan mengerti, mereka mempunyai keinginan-keinginan untuk menyampaikan kesan-kesan atau perasaan-perasaannya, akibat dari hidup bersama timbulah sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia dalam kelompok tersebut. Mereka sadar merupakan suatu kesatuan, merupakan sistem kehidupan bersama yang menimbulkan kebudayaan.
            Secara ringkas, maka Sosiologi merupakan sebuah ilmu yang membicarakan apa yang terjadi saat ini di dalam lingkungan masyrakat, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum. Rasional berarti apa yang dipelajari sosiologi selalu berdasarkan penalaran empiris.
Ilmu sosiologi merupakan ilmu sosial yang mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan. Obyek yang dipelajari dibatasi pada apa yang terjadi sekarang dan bukan apa yang seharusnya terjadi  pada saat ini. Oleh karena itu, ilmu sosiologi disebut sebagai ilmu pengetahuan normatif.
Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola=pola umum manusia dan masyarakatnya. Sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia serta sifat, bentuk, isi dan struktur masyarakat[1].

Proses Sosial dan Interaksi Sosial
Menurut Soedjono Soekanto (1981), proses-proses sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang perorang dan kelompok-kelompok manusia saling  bertemu dan menentukan sistem, serta bentuk-bentuk hu-bungan apabila ada perubahan yang meng-goyahkan cara-cara hidupnya. Atau dengan kata lain proses-proses sosial diartikan sebagai pengaruh timbal-balik antara pelbagai segi kehidupan bersama.
Kimbal Young dan Raymound W. Mack (1959), mengatakan ; kunci dari semua kehidupan sosial adalah interaksi sosial, tanpa interaksi sosial tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Bertemunya orang perorang secara badaniah belaka tidak akan menghasilkan pergaulan pergaulan hidup dalam suatu kelompok sosial, pergaulan hidup baru akan terjadi apabila orang perorang atau kelompok-kelompok manusia bekerja sama, saling berbicara dan seterusnya untuk mencapai suatu tujuan bersama, mengadakan persaingan, pertikaian dan lain sebagainya. Maka interaksi sosial adalah dasar proses-proses sosial, interaksi sosial adalah syarat utama terjadinya aktivitas-aktivitas sosial dan interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis antar orang perorang, orang dengan kelompok manusia, maupun antara kelompok manusia.
Suatu interaksi sosial tidak akan terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat yaitu : adanya kontak sosial dan komunikasi. Untuk selanjutnya  bahasan ini akan menjadi fokus kajian sosiologi komunikasi dengan berbagai aspek-aspeknya.


Kelompok-kelompok sosial
Klasifikasi kelompok-kelompok sosial dapat dilihat dari berbagai sudut kriteria/ukuran. Seperti George Simel mengambil ukuran besar-kecilnya jumlah anggota kelompok mempengaruhi kelompoknya serta interaksi sosial dalm kelompok tersebut. Ukuran lainnya atas dasar derajat interaksi sosial dalam kelompok sosial tersebut atau tinggi rendahnya  derajat eratnya hubungan antar anggota (face-to-face.grouping). Atau ukuran lainnya seperti kepentingan dan wilayah.
Berikut sistematika kelompok-kelompok terpenting dalam struktur sosial :
Kategori utama
Tipe Umum
Tipe Khusus
A. kesatuan wilayah
Masyarakat - Komunitas
Suku, bangsa, kota, desa, RT
B. Kepentingan sama tanpa organisasi tetap
1. kelas
Kasta, elite, kelas persaingan, kelas kerjasama
2. etnis/ras
Warna kulit, imigran, kelompok nasional
3. kerumunan
Kerumunan dengan kepentingan sama
C. kepentingan sama dengan organisasi tetap
1. Kelompok Utama
Keluarga, kelompok permainan, clique, club, sekolah.
2. Asosiasi besar
Negara, gereja, persatuan buruh, dsb
Sumber R.M. Mac Iver and Charles H. Page dalam Soedjono Soekanto (1981)

Kelompok-kelompok sosial yang tidak teratur diantaranya : kerumunan (crowd) dan publik. Bentuk-bentuk umum dari kerumunan adalah :
a.      Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial, seperti ; khalayak penonton/pendengar formil (formil audience) , kelompok ekspresif telah direncanakan (planned expressive) .
b.      Kerumunan yang bersifat sementara (casual crowds) , seperti ; kumpulan yang kurang menye-nangkan (inconvenient aggregations)  contohnya antri karcis, kerumunan panik (panic crowds) , kerumunan penonton (spectator crowds).
c.       Kerumunan yang berlawanan dengan norma hukum (lawless crowds),  seperti ; kerumunan emosionil (acting mobs), kerumunan immoral contohnya orang mabuk.

Publik berbeda dengan kerumunan, publik lebih merupakan kelompok yang tidak merupakan kesatuan. Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat-alat komunikasi seperti surat kabar, televisi, radio, film dan sebagainya. Jumlah pengikutnya luas dan besar.

B. SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Sosiologi pendidikan adalah analisis ilmiah atas proses sosial dan pola-pola sosial yang terdapat dalam sistem pendidikan. Sosiologi memiliki alat-alat dan teknik ilmiah untuk mempelajari pendidikan dan dengan demikian dapat memberikan sumbangan yang berharga kepada sistem pendidikan dalam masyarakat kita. Dengan menganalisis hubungan interaksi manusia dalam pendidikan diharapkan memperoleh prinsip-prinsip dan generalisasi tentang hubungan manusia dalam sistem pendidikan[2].           
Menurut Jackson sebagaimana yang dikutip oleh Sanapiah Faisal dan Nur Yasik, kelas dalam beberapa hal bisa dipersamakan dengan kerumunan orang yang didalamnya berjejal para individu. Karena inilah tampaknya guru terpacu dengan disiplin dan kontrol. Dengan disiplin dan kontrol. Murid tidak bertindak semena-mena. Tata aturannya akan terpelihara jika ada hirarki otoritas. Hirarki otoritas tersebut hendaknya memiliki kekuasaan dan pembawaan yang melembaga. Sebagaimana kita ketahui, baik kelas maupun sekolah secara keseluruhan memiliki struktur peranan menurut hirarkinya.
Di sekolah anak tidak hanya mempelajari pengetahuan dan keterampilan, melainkan juga sikap, nilai dan norma-norma, sebagian besar sikap dan nilai-nilai itu dipelajari secara informal melalui situasi formal dikelas dan di sekolah. Melalui contoh pribadi, guru, isi cerita buku-buku bacaan, pelajaran sejarah dan geografi, dan suasana sekolah anak mempelajari sikap nilai-nilai dan norma-norma masyarakat.
Beberapa defenisi sosiologi pendidikan menurut beberapa ahli:
  1. Menurut F.G. Robbins, sosiologi pendidikan adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. Struktur mengandung pengertian teori dan filsafat pendidikan, sistem kebudayaan, struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya dengan tata sosial masyarakat. Sedangkan dinamika yakni proses sosial dan kultural, proses perkembangan kepribadian,dan hubungan kesemuanya dengan proses pendidikan.
  2. Menurut H.P. Fairchild dalam bukunya ”Dictionary of Sociology”  dikatakan bahwa sosiologi pendidikan adalah sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang fundamental. Jadi ia tergolong applied sociology.
  3. Menurut Prof. DR S. Nasution,M.A., Sosiologi Pendidikana adalah ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik.
  4. Menurut F.G Robbins dan Brown, Sosiologi Pendidikan ialah ilmu yang membicarakan dan menjelaskan hubungan-hubungan sosial yang mempengaruhi individu untuk mendapatkan serta mengorganisasi pengalaman. Sosiologi pendidikan mempelajari kelakuan sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya.
  5. Menurut E.G Payne, Sosiologi Pendidikan ialah studi yang komprehensif tentang segala aspek pendidikan dari segi ilmu sosiologi yang diterapkan.
  6. Menurut Drs. Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.
Dari beberapa defenisi di atas, dapat disimpulkan bahwa sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek pendidikan, baik itu struktur, dinamika, masalah-masalah pendidikan, ataupun aspek-aspek lainnya secara mendalam melalui analisis atau pendekatan sosiologis.
Kajian sosiologi pendidikan menekankan implikasi dan akibat sosial dari pendidikan dan memandang masalah-masalah pendidikan dari sudut totalitas lingkup sosial kebudayaan, politik dan ekonomisnya bagi masyarakat. Apabila psikologi pendidikan memandang gejala pendidikan dari konteks perilaku dan perkembangan pribadi, maka sosiologi pendidikan memandang gejala pendidikan sebagai bagian dari struktur sosial masyarakat. Dilihat dari objek penyelidikannya sosiologi pendidikan adalah bagian dari ilmu sosial terutama sosiologi dan ilmu pendidikan yang secara umum juga merupakan bagian dari kelompok ilmu sosial. Sedangkan yang termasuk dalam lingkup ilmu sosial antara lain: ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu pendidikan, psikologi, antropologi dan sosiologi. Dari sini terlihat jelas kedudukan sosiologi dan ilmu pendidikan.


Gambar 1.1
Sosiologi Pendidikan dalam Kelompok Ilmu Sosial











Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan telah memiliki lapangan penyelidikan, sudut pandang, metode dan susunan pengetahuan yang jelas. Objek penelitiannya adalah tingkah laku manusia dan kelompok. Sudut pandangnya memandang hakikat masyarakat, kebudayaan dan individu secara ilmiah. Sedangkan susunan pengetahuannya terdiri dari atas konsep-konsep dan prinsip-prinsip mengenai kehidupan kelompok sosial, kebudayaan dan perkembangan pribadi.
Objek penelitian sosiologi pendidikan adalah tingkah laku sosial, yaitu tingkah laku manusia dan institusi sosial yang terkait dengan pendidikan. Tingkah laku itu hanya dapat dimengerti dari tujuan, cita-cita atau nilai-nilai yang dikejar. Sebagaimana dalam terminologi sosiologi, sosiologi pendidikan berbicara tentang pandangan tentang kelas, sekolah, keluarga, masyarakat desa, kelompok-kelompok masyarakat dan sebagainya, masing-masing terangkum dalam wilayah suatu sistem sosial. Tiap-tiap sistem sosial merupakan kesatuan integral yang mendapat pengaruh dari (1) sistem sosial yang lain, (2) lingkungan alam, (3) sifat-sifat fisik manusia dan (4) karakter mental penghuninya. Sosiologi pendidikan telah memiliki lapangan penyelidikan, sudut pandang, metode dan susunan pengetahuan yang jelas.
Menurut Dodson (dalam Faisal dan Yasik, 1985) sosiologi pendidikan mempersoalkan pertemuan dan percampuran dari lingkungan sekitar kebudayaan secara totalitas sedemikian rupa sehingga terbentuknya tingkah laku tertentu dan sekolah atau lingkungan pendidikan dianggap sebagai bagian dari total cultural miliu. Selaras dengan pendapat di atas, E. Goerge Payne (dalam Faisal dan Yasik, 1985) yang merupakan bapak sosiologi pendidikan memberikan penekanan bahwa dalam lembaga-lembaga, kelompok-kelompok sosial dan proses sosial terdapat hubungan yang saling terjalin, di mana di dalam interaksi sosial itu individu memperoleh dan mengorganisasikan pengalamannya. Penjelasan tersebut melekat kuat aspek sosiologisnya. Sementara dari segi paedagogisnya, bahwa seluruh individu dan masyarakat dari anak-anak sampai orang dewasa, kelompok-kelompok sosial dan proses-proses sosialnya, berlangsung di seputar sistem pendidikan yang selalu bergerak dinamis.

Ruang Lingkup Sosiologi Pendidikan
Masalah-masalah yang diselidiki sosiologi pendidikan antara lain meliputi pokok-pokok berikut ini.
1.                          Hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat
a.      Hubungan pendidikan dengan sistem sosial atau struktur sosial,
b.      Hubungan antara sistem pendidikan dengan proses kontrol sosial dan sistem kekuasaan,
c.       Fungsi pendidikan dalam kebudayaan,
d.      Fungsi sistem pendidikan dalam proses perubahan sosial dan kultural atau usaha mempertahankan status quo, dan
e.      Fungsi sistem pendidikan formal bertalian dengan kelompok rasial, kultural dan sebagainya.
2.                          Hubungan antarmanusia di dalam sekolah
Lingkup ini lebih condong menganalisis struktur sosial di dalam sekolah yang memiliki karakter berbeda dengan relasi sosial di dalam masyarakat luar sekolah, antara lain yaitu:
a.      Hakikat kebudayaan sekolah sejauh ada perbedaannya dengan kebudayaan di luar sekolah, dan
b.      Pola interaksi sosial dan struktur masyarakat sekolah, yang antara lain meliputi berbagai hubungan kekuasaan, stratifikasi sosial dan pola kepemimpinan informal sebagai terdapat dalam clique serta kelompok-kelompok murid lainnya.
3.             Pengaruh sekolah terhadap perilaku dan kepribadian semua pihak di sekolah/lembaga pendidikan
a.      Peranan sosial guru-guru/tenaga pendidikan,
b.      Hakikat kepribadian guru/ tenaga pendidikan,
c.       Pengaruh kepribadian guru/tenaga kependidikan terhadap kelakuan anak/peserta didik, dan
d.      Fungsi sekolah/lembaga pendidikan dalam sosialisasi murid/peserta didik.

4.             Lembaga Pendidikan dalam masyarakat
Di sini dianalisis pola-pola interaksi antara sekolah/ lembaga pendidikan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya dalam masyarakat di sekitar sekolah/lembaga pendidikan. Hal yang termasuk dalam wilayah itu antara lain yaitu:
a.      Pengaruh masyarakat atas organisasi sekolah/lembaga pendidikan,
b.      Analisis proses pendidikan yang terdapat dalam sistemsistem sosial dalam masyarakat luar sekolah,
c.       Hubungan antarsekolah dan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan, dan
d.      Faktor-faktor demografi dan ekologi dalam masyarakat berkaitan dengan organisasi sekolah, yang perlu untuk memahami sistem pendidikan dalam masyarakat serta integrasinya di dalam keseluruhan kehidupan masyarakat.


















[1] Artemy Malkov, and daria Khaltourina, Introduction to Social Microdynamics, Moscow, URSS, 2006
[2] H. Gunawan, Ary. 2006. Sosiologi Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi tentang Pelbagai Problem Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

1 komentar:

PAK ANTO DI KALIMANTANG mengatakan...

BAGI TEMAN-TEMAN YANG SELALU KALAH DALAM PERMAINAN TOGEL DAN INGIN MERASAKAN YANG NAMANYA KEMENANGAN SILAHKAN HUBUNGI MBAH SARTO DI 082=378=607=111 JANGAN ANDA RAGU UNTUK MENCOBA DULU DAN YANG PENTING KITA BERANI MELANGKAH KARNA KITA CUMA MANUSIA BIASA YANG HANYA MAMPU BERUSAHA DAN BERDOA,INGAT SIAPA YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH PASTI AKAN MENDAPATKANNYA DAN ALLAH TIDAK MERUBAH NASIB KITA KALAU BUKAN KITA SENDIRI YANG MERUBAHNYA…KALAU KITA BERSUNGGUH-SUNGGUH DAN NIAT KITA BAIK INSYA ALLAH OTOMATIS HASILNYA KITA AKAN RASAKAN SENDIRI,KARNA SAYA SENDIRI SUDAH MERASAKANNYA DAN SUDAH MELIHAT BUKTINYA KALAU ANKA DARI HASIL RITUAL DARI MBAH SARTO BISA MEMBAWA SAYA JAUH LEBIH SUKSES DARI SEBELUMNYA DAN SILAHKAN ANDA MEMBUKTIKAN SENDIRI.

BAGI TEMAN-TEMAN YANG SELALU KALAH DALAM PERMAINAN TOGEL DAN INGIN MERASAKAN YANG NAMANYA KEMENANGAN SILAHKAN HUBUNGI MBAH SARTO DI 082=378=607=111 JANGAN ANDA RAGU UNTUK MENCOBA DULU DAN YANG PENTING KITA BERANI MELANGKAH KARNA KITA CUMA MANUSIA BIASA YANG HANYA MAMPU BERUSAHA DAN BERDOA,INGAT SIAPA YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH PASTI AKAN MENDAPATKANNYA DAN ALLAH TIDAK MERUBAH NASIB KITA KALAU BUKAN KITA SENDIRI YANG MERUBAHNYA…KALAU KITA BERSUNGGUH-SUNGGUH DAN NIAT KITA BAIK INSYA ALLAH OTOMATIS HASILNYA KITA AKAN RASAKAN SENDIRI,KARNA SAYA SENDIRI SUDAH MERASAKANNYA DAN SUDAH MELIHAT BUKTINYA KALAU ANKA DARI HASIL RITUAL DARI MBAH SARTO BISA MEMBAWA SAYA JAUH LEBIH SUKSES DARI SEBELUMNYA DAN SILAHKAN ANDA MEMBUKTIKAN SENDIRI.